Sekretariat Jenderal DPD RI perlu memiliki tata kelola keamanan informasi yang handal untuk menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang telah mendorong percepatan di berbagai bidang. Hal ini disampaikan Plt. Sekretaris Jenderal DPD RI, Adam Bachtiar, SH., MH. saat memberikan keynote speech pada kegiatan Webinar yang diselenggarakan oleh Biro Sistem Informasi dan Dokumentasi Sekretariat Jenderal DPD RI dengan tema “Membangun Kesadaran User Terhadap Keamanan Informasi” secara virtual di Gedung DPD RI, Jakarta pada tanggal 1 Desember 2020 pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB.

“Dalam melaksanakan penyelenggaraan pelayanan teknologi informasi terhadap stakeholder, dalam hal ini Pimpinan DPD RI dan Anggota DPD RI serta Kesekjenan, maka DPD RI harus menerapkan tatakelola keamanan informasi yang handal sesuai ketentuan, pedoman keamanan informasi di pemerintahan mengikuti standar keamanan siber dari Badan Siber dan Sandi Negara,” tambah Adam Bachtiar.

Webinar ini diawali dengan laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kepala Bagian Pengelolaan Sistem Informasi, Yunus Pasnaolif dan welcoming speech oleh Kepala Biro Sistem Informasi dan Dokumentasi, Dr. Sri Sundari, S.H., M.M. Dalam sambutannya, Kepala Biro Sistem Informasi dan Dokumentasi mengatakan bahwa penyelenggaraan tatalaksana pemerintahan terutama di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI sudah mengalami perubahan yang dinamis dengan adanya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). 

Tambahnya, saat ini pengguna Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan Sekretariat Jenderal DPD RI terus mengalami pertumbuhan sejalan dengan kebutuhan penyediaan pelayanan teknologi informasi yang cepat, andal dan aman. Dan melalui kegiatan ini diharapkan agar para stakeholder dapat melindungi data-data penting yang dimiliki oleh Sekretariat Jenderal DPD RI.

“Kita perlu dan harus meningkatkan awareness, kepedulian dan kehati-hatian kita terhadap penggunaan data dan teknologi,” tegas Sri Sundari.

Webinar ini mengundang 3 (tiga) orang narasumber yaitu 1) Prihandoko, S.Kom., M.IT., Ph.D, Dosen Jurusan Sistem Informasi dan Informatika, Universitas Gunadarma; 2) Dr. Achmad Solichin, S.Kom., M.T.I., Dosen Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur; dan 3) Sarip Hidayat, S.Kom., Perespon Insiden Keamanan Siber Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Dosen Jurusan Sistem Informasi dan Informatika Universitas Gunadarma, Prihantoro menjelaskan bahwa dalam tata kelola keamanan sistem informasi (Information Security Governance) adalah merupakan hal yang sangat penting dari suatu organisasi, terutama lembaga pemerintah.

“Tata kelola keamanan sistem informasi harus menjadi perhatian mulai dari pimpinan organisasi tertinggi hingga terendah,” ucapnya

Di sisi lain, Dosen Fakultas Teknologi Informasi Universitas Budi Luhur Achmad Solichin mengingatkan betapa pentingnya kesadaran keamanan informasi saat ini. Karena selama pandemi Covid-19 serangan siber meningkat 600 persen. Dan sebanyak 78 persen generasi milenial masih menggunakan password yang sama untuk beberapa akun sosial media. Pencurian data perusahaan 42 persen yang disebabkan karena password yang lemah.

Password yang baik yaitu password yang digunakan hanya satu orang saja, berbeda untuk tiap akun, mudah diingat, sulit ditebak, kombinasi angka dan huruf, semakin panjang password-nya semakin baik,” tutur Achmad Solichin.

Adapun moderator webinar ini adalah Hadi’ah Alpha Indriani, Kepala Subbagian Pengembangan Sistem Informasi dan MC adalah Dewi Mariastuty Mansyur, Analis Sistem Informasi di Bagian Pengelolaan Sistem Informasi. (MJ/BPSI)

Untuk mengakses paparan narasumber, klik di sini.

Bapak dan Ibu dapat mengakses acara ini melalui tautan video berikut ini: